ISMAIL IBRAHIM, ISMAIL KITA
Kasan As’ari*
Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan
berkorbanlah…(QS. Al
Kautsar :2)
Setiap mendekati hari raya Idul Adha
umat muslim diseluruh dunia yang memiliki kemampuan untuk berkorban selalu
bersemangat untuk menyembelih hewan korban, hal tersebut karena beberapa faktor,
diantaranya selain korban mengandung dimensi Ubudiyah (ketaatan hamba) kepada
Tuhannya juga merupakan ibadah yang mengandung dimensi sosial yang tinggi,
dengan korban masyarakat miskin yang selama ini jarang atau bahkan tidak pernah
memakan asupan gizi dari protein hewani akan merasakan nikmatnya daging yang
banyak mengandung protein hewani. Karena ibadah ini mengandung dimensi sosial
yang tinggi maka masyarakat muslim yang merasa mampu akan berlomba-lomba dalam
melaksanakan korban, sehingga seringkali hewan korban pada suatu daerah
surplus, sehingga perlu didistribusikan ke daerah lain yang minus.
Seringkali seorang muslim tidak
mengetahui hikmah atau hakikat dari pelaksanakan korban itu sendiri, korban
hanya dimaknai sebatas ibadah dengan menyembelih hewan ansich, sehingga lebih mirip semacam
pesta besar-besaran umat muslim, karenanya pada sebagian masyarakat Jawa hari
raya Idul Adha disebut juga bodo
besar.