Minggu, 28 Oktober 2012

Ismail Ibrahim, Ismail Kita


 
ISMAIL IBRAHIM, ISMAIL KITA
Kasan As’ari*


 Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah…(QS. Al Kautsar :2)
Setiap mendekati hari raya Idul Adha umat muslim diseluruh dunia yang memiliki kemampuan untuk berkorban selalu bersemangat untuk menyembelih hewan korban, hal tersebut karena beberapa faktor, diantaranya selain korban mengandung dimensi Ubudiyah (ketaatan hamba) kepada Tuhannya juga merupakan ibadah yang mengandung dimensi sosial yang tinggi, dengan korban masyarakat miskin yang selama ini jarang atau bahkan tidak pernah memakan asupan gizi dari protein hewani akan merasakan nikmatnya daging yang banyak mengandung protein hewani. Karena ibadah ini mengandung dimensi sosial yang tinggi maka masyarakat muslim yang merasa mampu akan berlomba-lomba dalam melaksanakan korban, sehingga seringkali hewan korban pada suatu daerah surplus, sehingga perlu didistribusikan ke daerah lain yang minus.
Seringkali seorang muslim tidak mengetahui hikmah atau hakikat dari pelaksanakan korban itu sendiri, korban hanya dimaknai sebatas ibadah dengan menyembelih hewan  ansich, sehingga lebih mirip semacam pesta besar-besaran umat muslim, karenanya pada sebagian masyarakat Jawa hari raya Idul Adha disebut juga bodo besar.

Rabu, 24 Oktober 2012

ALANGKAH INDAH PERBEDAAN


Oleh : Kasan As’ari (Kendal, 18, November 2010)

Sudah beberapa kali masyarkat muslim indonesia mengalami dua hari raya yang berbeda, walaupun sebenarnya kadang juga tiga, akan tetapi yang nampak kepermukaan hanya dua karena masyarakat muslim indonesia mayoritas berafiliasi ke dua organisasi keagamaan besar yaitu Nahdlotul ‘Ulama dan Muhammadiyah, baik secara kultural maupun struktural. Begitu juga pada hari raya idul Adha kali ini masyarakat muslim indonesia juga merayakan hari raya dua kali di hari yang berbeda.

Masyarakat kita sekarang sudah menyadari dan menikmati arti sebuah perbedaan, hampir tidak terdengar konflik atau gontok-gontokan mengenai perbedaan hari raya ini. Hal ini disebabkan masyarakat sudah lebih dewasa dalam mensikapi perbedaan dibandingkan 15 tahun yang lalu, saat awal-awal ada perbedaan hari raya Idul fitri ditengah masyarakat muslim Indonesia. Pada saat itu perbedaan memang masih merupakan sesuatu yang tabu dalam masyarakat muslim indonesia, apalagi mengenai hari raya yang merupakan kegiatan ibadah dan masih merupakan satu rangkaian dengan ibadah lainnya. Pada saat itu pemerintah sampai melarang takbir keliling karena sering ada kasus diserang atau dicegat oleh sekelompok orang yang berbeda pandangan dalam merayakan hari raya.

Ikhtilafu ummati ni’mah, begitu bunyi salah satu matan hadits nabi yang berarti bahwa perbedaan pada umatku adalah nikmat. Perbedaan ini akan menjadi nikmat, jika kita bisa mensikapi, perbedaan itu akan menjadi indah apabila kita bisa saling mengisi dan perbedaan itu akan menjadi wahana kasih sayang apabila kita bisa saling memahami, bahwa sesungguhnya perbedaan itu adalah kodrat dan iradat Allah atas makhluknya. Kita boleh saja menganggap diri kita benar berdasarkan dalil ini dan itu, akantetapi jangan sampai kita menganggap saudara kita salah, karena saudara kita juga punya dasar ini dan itu, yang sumbernya juga sama yaitu dari Allah SWT. Sebaliknya kita tidak boleh menganggap diri kita adalah makhluk yang paling benar, karena pada hakikatnya apabila kita menganggap diri kita adalah yang paling benar berarti kita menyerobot wilayah kedudukan Kholik (sang pencipta) yaitu Allah, dalam hati kita telah dihinggapi suatu penyakit hati yaitu takabur (sombong) dengan mengangungkan diri dan membusungkan dada mengatakan yang paling benar adalah saya, dan yang lainnya salah, bukankah kita semua tahu, Bahwa yang paling benar adalah Allah, baik didunia maupun diakhirat. Kita itu sebagai makhluk hanya berusaha menafsirkan kebenaran yang datangnya dari Allah, dan hasil penafsiran kita belum tentu benar. Kita tidak boleh menganggap diri kita yang telah diberi otoritas oleh Tuhan untuk menjustifikasi dan menafsirkan kebenaran dari Tuhan dan orang lain tidak, bukankah kita dilahirkan kedunia ini telah diberi kemerdekaan yang sama oleh Tuhan dan memiliki potensi yang sama dalam menafsirkan kebenaran yang datangnya dari Tuhan. Wallahu ‘alamu bi Showab

Sabtu, 13 Februari 2010

teman-teman yang menginginkan software qur'an pada Ms. word silahkan klik disini
http://www.4shared.com/file/221074159/266ae9ce/Quran_2.html

Jumat, 12 Februari 2010

Senin, 30 Maret 2009

soal Mid Smtr Genap TIK

Bagi kalian kelas 9 SMP 1 Limbangan, yang menginginkan soal mid semester TIK silahkan download link di bawah ini.
Catatan :
1. Dikumpulkan paling lambat hari senin Tanggal 6 April 2009 Jam 12.00 WIB lewat ketua Kelas masing-masing
2. Harus di Printout dan printout harus asli alias tidak boleh di foto copy

Klik Disinihttp://www.4shared.com/file/95893601/9cf1b52f/soal_MID_smtr2_TIK.html

Tunjangan Profesi Guru Depag Segera Cair

Tunjangan Profesi Guru Depag Segera Cair
Jakarta,30/3 (Pinmas)--Sebagian besar guru dan dosen yang berada dalam naungan Departemen Agam (Depag) beberapa pekan ini khawatir tunjangan profesi mereka tak segera cair. Namun, kekhawatiran itu segera berakhir setelah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai inisiator program tunjangan profesi guru memastikan tunjangan akan diberikan paling lambat Juli 2009.
``Keterlambatan pemberian tunjangan profesi guru dan dosen di lingkungan Depag adalah suatu kewajaran. Depag memang harus melihat dulu implementasinya di lingkungan Depdiknas. Terlambat itu wajar, karena Depdiknas yang jadi insiatornya. Justru kalau Depag yang lebih dulu, malah kelihatan lucu,`` ujar Mendiknas Bambang Sudibyo dalam jumpa pers di Gedung Depdiknas, Senin (30/3).
Menurut Mendiknas, Surat keputusan (SK) Menteri Keuangan No 145/MK/05/2009 yang memastikan pencairan tunjangan profesi guru telah diterbitkan pada 12 Maret lalu. SK tersebut, lanjut dia, membuat pancairan dana tunjangan profesi menjadi lebih pasti dan cepat..
Bagi guru-guru di bawah naungan Depdiknas, kata Mendiknas, tunjangan profesi diberikan hanya berdasar Peraturan Mendiknas. ``Itu sebagai bukti bahwa pemerintah serius menangani mutu dan kesejahteraan para guru dan dosen di Indonesia,`` jelasnya.
Oleh karena itu, kata Mendiknas, para guru dan dosen di lingkungan Depag, baik yang berstatus PNS atau non-PNS sebaiknya segera menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan tunjangan profesi.
Menteri Agama, lanjut dia, sudah mengirim surat edaran kepada para Kanwil Depag di seluruh Indonesia untuk segera mencairkan tunjangan profesi guru dan dosen. ``Nanti koordinasinya akan terus dipantau secara bersama antara Depdiknas, Depag, dan Kementerian PAN,`` imbuhnya.
Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nadika menambahkan, para guru yang akan menerima tunjangan profesi akan dinilai melalui beberapa hal. Salah satu yang terpenting adalah masa kerja dan kinerjanya. ``Para guru yang pantas menerima tunjangan adalah guru yang tetap, dibuktikan dengan SK PNS atau SK dari yayasannya. Selain itu, harus mengajar sedikitnya 24 jam dalam sepekan`` ungkapnya.(Rep/ts)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Pendidikan Agama pada tanggal 30-03-2009 00:00

Jumat, 27 Maret 2009

Tugas fungsi IF Kombinasi

Bagi kelas IX yang ingin mendapatkan soal tugas if kombinasi silahkan download disini